IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN WILAYAH DALAM PERSPEKTIF PERTANIAN BERKELANJUTAN DI SULAWESI TENGGARA

Zainal Abidin

Abstract


Developing of agricultural commodity at Southeast Sulawesi have specific ficture base on natural resources. The research was conducted to know the commodity that have sustainable competitifnes. Research was done using time series data 2010 – 2016 and analize with Location Quotien (LQ) dan Dinamic Location Quotient (DLQ) methode. The result of research show that food commoditeis that have become the sustaibnable bases commodity are corn, peanut and cassava, besides that rice and soybean only can became shor-term bases commodity. Livestock commodities such us sow, goat,  native chicken and rusting hens broiler also can became bases commodity for a long time in several regencies. Even that clove, cashew nut, coconut, pepper and cocoa plantation can became the bases of commodities in several regencies such us Buton, Muna, Konawe Selatan, Kolaka Utara, Konawe Utara, Kendari dan Bau-Bau. Horticulture commodities such us chili pepper, zingeber and orange also can became sustainable bases commodities. So developing that commoditeis should be have policy supporting such us kredit regulation, infrasctukture and also aplicatif and simple technologies.

Keywords


Supperior Commodities, Sustainable Agriculture, Location Quotient.

Full Text:

PDF

References


Abidin Z., Sri Bananiek S. Dan Muhamad Taufiq R. 2013. Profil Kemandirian Pangan Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Tenggara Dalam Buku. Membangun Kemandirian Pangan Pulau-Pulau Kecil Dan Wilayah Perbatasan. Iaard Press. Jakarta.

Abidin. 2015. Aplikasi analisis Shift Share pada transformasi sektor pertanian dalam perekonomian wilayah di Sulawesi Tenggara.

Agustono. 2013. Analisis Sektor Pertanian Ditinjau Dari Peran Terhadap Pertumbuhan Dan Stabilitas Produk Domestik Regional Bruto Di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal SEPA : Vol. 9 No. 2. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Hal. 283 – 296.

Arsyad L. 2010. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Aqil M dan Rahmi Y.A. 2016. Deskripsi jagung Unggul. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros.

Balitkabi. 2016. Deskripi Varietas Kacang Tanah 1950 – 2016. Tersedia pada http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/deskripsi-varietas/deskripsi-varietas.html. didownload pada Januari 2017.

Balitkabi. 2016. Deskripi Varietas Ubi Kayu 1978 – 2016. Tersedia pada http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/deskripsi-varietas/deskripsi-varietas.html. didownload pada Januari 2017.

Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Indonesia. Tersedia pada www.bps.indonesia.go.id didownload pada Desember 2014.

BPS Sultra. 2010. Sulawei Tenggara Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara. Kendari.

BPS Sultra. 2016. Sulawesi Tenggara Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Sultra. Kendari

Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir Dan Lautan. Pradnya Paramitha. Jakarta

Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara. 2016. Laporan perkembangan luas tanam, produksi dan Produktivitas Padi dan Palawija Tahun 2016. Kendari.

Harjono. 2009. Pola pengembangan sektor perekonomian berbasis agribisnis dalam perspektif pembangunan berkelanjutan di propinsi bali. Ekuitas Vol. 13 No 1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Surabaya. Hal. 61:83

Hendayana. 2003.Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika. Badan Litbang Pertanian. Jakarta

Hidayat R. 2013. Analisis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perkebunan Di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic Of Agriculture, Volume 2, Nomor 1, April 2013, Hlm 54-66

Husna N., Irwan N., M.Rozikin. 2013. Analisis Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Untuk Menguatkan Daya Saing Daerah Di Kabupaten Gresik.tersedia pada http//administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id. didownload pada januari 2017

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Ekonomi Pembangunan Teori, Masalah, Dan Kebijakan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Liebman, M., Schulte, L.A., 2015. Enhancing agroecosystem performance and resilience through increased diversification of landscapes and cropping systems. Elementa 3 (1)

Ma’mun D. Dan Irwansyah S. 2013. Analisis Pergeseran Struktur Ekonomi Dan Identifikasi Sektor Potensial Wilayah Pengembangan. Jurnal Social Economic Of Agriculture. Vol 2 No. 1. Hal. 7 – 28

Mustam, Syamsul Anam I, Yusdin dan Z. Abidin. Analisis Rantai Pasok Pangan Pokok di Kota Kendari. Laporan Penelitian. Bappeda Kota Kendari.

Musadar. 2016. Pemberdayaan Pertanian Perkotaan melalui Pengembangan Pakan Lokal SIKKATO mendukung Ketahanan Pangan di Kota Kendari. Desertasi Mahasiwa S3. Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Kendari.

Prawira Y. dan Wahyu. H. 2013. Transformasi struktur ekonomi Kabupaten Siak Tahun 2001 – 2010. Jurnal Ekonomi Vol 21. No 1. Fakultas ekonomi Universitas Riau. Tersedia pada: www.ejournal.unri.ac.id

Puspitawati. L.T. 2013. Analisis perbandingan faktor-faktor penyebab ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kota di kawsan Kedungsapur. Economic Development Analysis Journal. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Oktavilia S.2011. Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Daerah tertinggal sebagai upaya Mengatasi Disparitas Pendapatan Natar Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Prosiding SnaPP. Universitas Islam Bandung. Bandung

Peneder, M. 2003. Industrial Structure And Aggregate Growth. Structural Change And Economic Dynamics, 14: H:427-448.

Richardson, H.W. 1991. Dasar-Dasar Ilmu ekonomi Regional (Terjemahan) LPFE UI. Jakarta.

Rivai R.S., dan Anugrah I.S. 2011. Konsep dan implementasi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Forum Penelitian Agroekonomi Vol 29. No 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. hal 13 – 25.

Rusastra, I.W., Pantjar Simatupang dan Benny Rachman.2000. Pembangunan Ekonomi Pedesaan Berlandaskan Agribisnis.Dalam Tahlim Sudaryanto, dkk (Penyunting) Analisis Kebijaksanaan: Pembangunan Pertanian Andalan Berwawasan Agribisnis. Monograph Series N0 23. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Santosa I.M., Agus S., Ratih W. 2013. Analisis Potensi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah Dengan Menggunakan Paradigma Agribisnis Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Buletin Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sudarmono M. 2006. Analisis Transformasi Struktural,Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Antar Daerah Di Wilayah Pembangunan I Jateng. Tesis Pasca Pasja Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang.

Sulistyowati E., Fitria Y., D. S. Rahayu dan Soekadar W. 2012. Pengendalian penggerek buah kakao, Conopomorpha Cramella Snell. Ramah lingkungan. Warta Vol. 24:3. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jember. Hal 15-20.

Tarigan R., 2009. Ekonomi Regional Teori Dan Aplikasi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Tilman, D., Balzer, C., Hill, J., Befort, B.L., 2011. Global food demand and the sustainable intensification of agriculture. Proc. Nat. Acad. Sci. 108 (50).

Tscharntke, T., Clough, Y., Wanger, T.C., Jackson, L., Motzke, I., Perfecto, I., Whitbread, A., 2012. Global food security, biodiversity conservation and the future of agricultural intensification. Biol. Conserv. 151 (1), 53–59.

West, P.C., Gerber, J.S., Engstrom, P.M., Mueller, N.D., Brauman, K.A., Carlson, K.M., Siebert, S., 2014. Leverage points for improving global food security and the environment. Science 345 (6194), 325–328.




DOI: http://dx.doi.org/10.32833/majem.v7i2.71

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.