EFEKTIFITAS PENGELUARAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KEMISKINAN

Buyung Romadhoni, Akhmad Akhmad

Abstract


Keberpihakan pemerintah daerah terhadap penduduk miskin dalam era otonomi perlu dilakukan, mengingat jumlah penduduk miskin relatif masih tinggi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kebijakan pemerintah daerah terhadap angka kemiskinan. Penelitian ini menggunakan data panel tahun 2012 sampai 2018 pada 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data diperoleh dari;  Dirjen Perimbangan keuangan Kementrian Keuangan, badan pusat statistik kabupaten kota, dan Pemerintah Daerah. Data yang dugunakan meliputi; angka kemiskinan, belanja modal, belanja sosial, dan pertumbuhan ekonomi. Data kemudian analisis dengan analisis tipologi. Hasil penelitian menujukkan bahwa daerah yang berada pada kuadran pertama adalah daerah dengan angka kemiskinan tinggi, dan pertumbuhan ekonomi tinggi, belanja modal tinggi, dan belanja sosial tinggi. Karena itu daerah yang berada pada kuadran pertama kurang efektif dalam mendukung penanggulangan kemiskinan di daerahnya. Dalam penelitian terdapat tiga kabupaten kota yang konsisten berada pada kuadran ini. Sementara kuadran empat mencerminkan kondisi dimana pemerintah daerah memiliki kebijakan yang cukup efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Hanya saja dalam penelitian ini  hanya terdapat satu kabupaten/kota yang konsisten berada pada posisi ini. Dalam upaya untuk menurunkan angka kemiskinan, maka keberpihakan pemerintah daerah terhadap program penanggulangan kemiskinan mutlak diperlukan.


Keywords


Otonomi Daerah; Kemiskinan; Tipologi

References


Abidin, J. (2013). Strategi Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pengembangan Pertanian Di Kabupaten Bogor, Studi Kasus Di Kecamatan Pemijahan Dan Leuwiliang. Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah, 5(2), 76-91.

Akhmad. (2015). Dampak Pengeluaran Pemerintah Daerah Terhadap Kemiskinan Pada Sepuluh Kabupaten Di Provinsi Sulawesi Selatan. Seminar Nasional 2015 Lembaga Penelitian UNM (pp. 32-46). Makassar: Lembaga Penelitian UNM .

Akhmad, N.A. Achzani, M. Tambunan, and S.A.Mulyo. (2012). Impact of Fiscal Policy on the Agricultural Development in an Emerging Economy: Case Study from the South Sulawesi, Indonesia. International Research Journal of Finance and Economics. 96:101-112., 96, 101-112.

Akhmad, Alyas, and Amir. (2018). The Effect Of Economic Growth And Income Inequality On Poverty In Indonesia. IOSR Journal of Economics and Finance, 9(4), 20-26.

Akhmad. (2019). Manajemen Keuangan Daerah Dalam Era Otonomi Daerah. Bogor: Azkiya Publishing.

Bahl, R. a. (1994). Fiscal Decentralization and Intergovernmental Transfer in Less Developed Countries. Oxpord Journa, 24(1), 1-20.

Gemmell and Kneller. (2006). Fiscal Policy Impacts on Growth in the OECD:Are They Long- or Short-Run. . University of Nottingham, UK. University of Nottingham, UK.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2018). Analisis Wilayah dengan Kemiskinan Tinggi . Jakarta: Kedeputian Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas.

Lewis, B. (2001). The New Indonesian Equalisation Transfer. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 27(3), 325-343.

Mardiasmo. (2009). Kebijakan Desentrasi Fiskal di Era Reformasi: 2005-2008: Era Baru kebijakan Fiskal. Jakarta: Kompas.

Misdawita dan A P. Sari. (2013). Analisis Dampak Pengeluaran Pemerintah Di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengeluaran Subsidi Terhadap Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 4(2), 147-161.

Rasyid M.R. (1998). Desentralisasi dalam Rangka Menunjang Pembangunan Daerah: dalam Kumpulan Karangan. Pembangunan Administrasi di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Sen A. K. (2002). Sen , A. K. 1981. Poverty and Famines. An Essay on Entlitements and Deprivation. . Oxford.

Setiawan, D.M. (2006). Peranan Sektor Unggulan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Setijaningrum E. (2017). Program terpadu penanggulangan kemiskinan di Kota Surabaya. 30(1), 13-19.

Simanjuntak. (2002). Kebutuhan Fiskal, Kapasitas Fiskal dan Optimasi Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Working Paper. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta. Otonomi Daerah (pp. 25-33). Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat: Universitas Indonesia,.

Sumodiningrat dan Nugroho. (2005). Membangun Indonesia Emas:Model Pembangunan Indonesia Baru Menuju Negara- Bangsa Yang Unggul Dalam Persaingan Globa. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tim nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan . (2010). Penanggulangan Kemiskinan: Situasi Terkini, Target Pemerintah, dan Program Percepatan. Jakarta: Tim nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

World Bank. (2007). Kajian Pengeluaran Publik Indonesia: Memaksimalkan Peluang Baru, Kajian Pengeluaran Publik Indonesia 2007. Jakarta: World Bank.

World Bank. (2004). Mewujudkan Pelayanan Umum Bagi Masyarakat Miskin. Laporan Pembangunan Dunia. Washington DC: World Bank.




DOI: http://dx.doi.org/10.32833/majem.v9i1.105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Mega Aktiva: Jurnal Ekonomi dan Manajemen terindeks oleh:


 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.